DI KALA gundah gulana atau penat memikirkan masalah-masalah yang tak kunjung usai, penghiburan sangat kita dambakan. Oleh karenanya, orang-orang selalu berusaha pergi ke tempat-tempat hiburan, seperti bioskop, pantai, atau pun mal.
Sesungguhnya, menghibur diri tidak perlu mengeluarkan uang yang berlebihan. Di rumah pun, hiburan gratis dapat kita peroleh. Murah dan mudah. Jangan sampai kita berniat mencari hiburan, tetapi pulang ke rumah malah menjadi tambah pusing karena baru saja keluar banyak duit. Problem baru malah kita ciptakan di sela-sela upaya kita mencari hiburan.
Begitu pula halnya dengan si buah hati. Ajari dia untuk cerdas mencari hiburan ketika dia dihadapkan dengan berbagai masalah dalam beraktivitas. Dengan demikian, kelak dia akan cerdas juga mengendalikan emosinya karena bisa mengatasi kesulitan hidup.
Seperti apakah sumber penghiburan yang dapat Anda cari dan tularkan pada si buah hati?
1. Melihat Foto
Melihat foto-foto masa lalu merupakan suatu kenikmatan tersendiri. Anda pasti menjadi sangat asyik ketika membuka-buka album foto keluarga. Rasanya tak puas dan tak bosan membolak-balik setiap kenangan Anda maupun keluarga. Ajak si buah hati melihat album foto masa kecilnya. Dia pasti senang. Saya sering mengajak anak membuka-buka foto dia mulai dari bayi sampai sekarang. Dia sangat antusias. Bahkan dia terpingkal-pingkal melihat pose-pose lucunya. Begitu pun kami. Lantas acara tanya jawab dan komentar tentang foto membuat kami sekeluarga merasa benar-benar fresh. Oleh karenanya, saya selalu merawat foto-foto masa lalu agar bisa awet dan menjadi sumber penghiburan bagi keluarga kami.
2. Melihat Rekaman Video
Seperti halnya melihat foto, dengan melihat video, kita juga dapat mengingat-ingat peristiwa dalam hidup kita. Gerak-gerik dan tingkah polah buah hati kita akan membuat ketegangan pikiran kita mengendor dengan sendirinya. Betapa senang melihat kelincahan anak kita ketika bersepeda, berlari-lari, atau berenang. Pendeknya, setiap orang tua pasti senang mengabadikan kenangan si kecil, sekecil apa pun. Bahkan di saat anak tidur atau mandi, orang tua cepat-cepat ingin mengabadikannya. Selanjutnya, koleksi video pun akan semakin komplit berisikan beragam acara dan aktivitas yang diikuti si buah hati. Dan, si buah hati pun serasa tak percaya melihat kelucuannya di masa kecil beserta kegiatan-kegiatan yang dilaluinya. Pasti Anda dan dia akan serasa kembali ke masa-masa menyenangkan dan lupa akan masalah yang sedang dihadapi saat ini.
3. Melihat Karya
Buka kembali hasil-hasil kerja Anda di masa lalu. Skripsi, tulisan, lukisan, atau barang-barang lain yang telah Anda buat pun dapat memberikan suatu siraman bagi kegundahan hati. Pasti Anda akan terkagum-kagum mengenang karya-karya indah Anda. Anda akan merasa menjadi bergairah lagi, kembali ke masa-masa yang masih menggelora. Diharapkan, sisa-sisa gelora yang mulai redup menjadi berkobar-kobar lagi. Hal-hal yang lucu dalam tulisan-tulisan kita, baik itu di puisi, cerpen, maupun artikel, akan menjadi obat mujarab bagi kelelahan hati dan pikiran. Dan, selanjutnya akan memacu Anda membuat karya-karya baru yang tak kalah seru.
1. Melihat Foto
Melihat foto-foto masa lalu merupakan suatu kenikmatan tersendiri. Anda pasti menjadi sangat asyik ketika membuka-buka album foto keluarga. Rasanya tak puas dan tak bosan membolak-balik setiap kenangan Anda maupun keluarga. Ajak si buah hati melihat album foto masa kecilnya. Dia pasti senang. Saya sering mengajak anak membuka-buka foto dia mulai dari bayi sampai sekarang. Dia sangat antusias. Bahkan dia terpingkal-pingkal melihat pose-pose lucunya. Begitu pun kami. Lantas acara tanya jawab dan komentar tentang foto membuat kami sekeluarga merasa benar-benar fresh. Oleh karenanya, saya selalu merawat foto-foto masa lalu agar bisa awet dan menjadi sumber penghiburan bagi keluarga kami.
2. Melihat Rekaman Video
Seperti halnya melihat foto, dengan melihat video, kita juga dapat mengingat-ingat peristiwa dalam hidup kita. Gerak-gerik dan tingkah polah buah hati kita akan membuat ketegangan pikiran kita mengendor dengan sendirinya. Betapa senang melihat kelincahan anak kita ketika bersepeda, berlari-lari, atau berenang. Pendeknya, setiap orang tua pasti senang mengabadikan kenangan si kecil, sekecil apa pun. Bahkan di saat anak tidur atau mandi, orang tua cepat-cepat ingin mengabadikannya. Selanjutnya, koleksi video pun akan semakin komplit berisikan beragam acara dan aktivitas yang diikuti si buah hati. Dan, si buah hati pun serasa tak percaya melihat kelucuannya di masa kecil beserta kegiatan-kegiatan yang dilaluinya. Pasti Anda dan dia akan serasa kembali ke masa-masa menyenangkan dan lupa akan masalah yang sedang dihadapi saat ini.
Buka kembali hasil-hasil kerja Anda di masa lalu. Skripsi, tulisan, lukisan, atau barang-barang lain yang telah Anda buat pun dapat memberikan suatu siraman bagi kegundahan hati. Pasti Anda akan terkagum-kagum mengenang karya-karya indah Anda. Anda akan merasa menjadi bergairah lagi, kembali ke masa-masa yang masih menggelora. Diharapkan, sisa-sisa gelora yang mulai redup menjadi berkobar-kobar lagi. Hal-hal yang lucu dalam tulisan-tulisan kita, baik itu di puisi, cerpen, maupun artikel, akan menjadi obat mujarab bagi kelelahan hati dan pikiran. Dan, selanjutnya akan memacu Anda membuat karya-karya baru yang tak kalah seru.
Begitu pun yang harus kita tularkan pada si buah hati. Ajak dia membuka-buka kreasi-kreasi yang telah dibuatnya manakala kita mendapati dia sedang murung. Suruh dia melihat-lihat hasil lukisannya, mainan buatannya, dan lain sebagainya. Berikan komentar penghiburan. Puji dan sanjung dia! Mudah-mudahan, dia senang. Dan suruhlah dia melakukan sendiri hal ini ketika merasa capai dan memerlukan hiburan. Pasti dia menjadi puas dan tersenyum melihat hasil karyanya.
4. Melakukan Studi Banding
Jika kita sedih, entah itu sedang sakit, mengalami kesulitan ataupun kegagalan, segeralah melihat ke orang-orang yang sakitnya lebih parah, kesulitannya lebih menyesakkan, atau kegagalannya lebih membuat frustrasi. Dengan begitu, kita dapat bersyukur karena lebih beruntung dari mereka.
4. Melakukan Studi Banding
Jika kita sedih, entah itu sedang sakit, mengalami kesulitan ataupun kegagalan, segeralah melihat ke orang-orang yang sakitnya lebih parah, kesulitannya lebih menyesakkan, atau kegagalannya lebih membuat frustrasi. Dengan begitu, kita dapat bersyukur karena lebih beruntung dari mereka.
Tidak sekadar melihat dan memikirkan, datanglah pada orang-orang itu, sehingga Anda bisa melihat lebih nyata. Betapa kita akan merasa terhibur, sekaligus belajar untuk empati.
Atau, studi bandinglah ke tempat orang-orang yang lebih beruntung. Tetapi harus ada bekal mental yang cukup, jangan kita menjadi tambah sedih atau lemah ketika selesai berstudi banding. Mintalah penghiburan dari orang-orang yang lebih beruntung, entah itu cerita pengalaman ketika sukses melewati masa sakit, sedih, atau kegagalan. Ya…, pasti orang yang bijak dengan senang hati mengulurkan penghiburan pada kita.
Begitu juga yang harus kita ajarkan pada anak-anak. Ajak mereka mencari penghiburan dengan melakukan pengamatan seperti di atas.
5. Melihat Kelebihan pada Diri Sendiri
Selalu dan selalu tekankan pada anak-anak kita bahwa mereka mempunyai kelebihan. Ketika mereka merasa minder, malu, jengkel, cemburu pada kesuksesan teman-temannya, doronglah selalu agar dia selalu melihat kelebihan dalam dirinya. Bila anak mampu menemukan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya, tentu dia akan merasa terhibur ketika merasa “sedang sial”.
- “Nggak apa-apa aku nggak menang lomba menyanyi…, tapi aku kan jago berenang ya, Ma!”
- “Aku memang belum pernah mendapat nilai 100. Tapi nilaiku di atas rata-rata kelas terus ya, Ma!”
Hebat kan kalau anak kita sudah bisa menghibur diri seperti itu!
PENGHIBURAN selalu didambakan orang agar mendapat ketenangan hati dan pikiran. Oleh karenanya, segala macam usaha mendapatkan hiburan pasti selalu kita upayakan. Ya…, dengan cara yang mudah dan murah seperti di atas, kita dapat membuat diri kita dan anak-anak menjadi terhibur.*****
Selalu dan selalu tekankan pada anak-anak kita bahwa mereka mempunyai kelebihan. Ketika mereka merasa minder, malu, jengkel, cemburu pada kesuksesan teman-temannya, doronglah selalu agar dia selalu melihat kelebihan dalam dirinya. Bila anak mampu menemukan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya, tentu dia akan merasa terhibur ketika merasa “sedang sial”.
- “Nggak apa-apa aku nggak menang lomba menyanyi…, tapi aku kan jago berenang ya, Ma!”
- “Aku memang belum pernah mendapat nilai 100. Tapi nilaiku di atas rata-rata kelas terus ya, Ma!”
Hebat kan kalau anak kita sudah bisa menghibur diri seperti itu!
PENGHIBURAN selalu didambakan orang agar mendapat ketenangan hati dan pikiran. Oleh karenanya, segala macam usaha mendapatkan hiburan pasti selalu kita upayakan. Ya…, dengan cara yang mudah dan murah seperti di atas, kita dapat membuat diri kita dan anak-anak menjadi terhibur.*****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar